Minggu, 29 November 2009

Suplemen Kalsium Cegah Osteoporosis

Osteoporosis adalah suatu penyakit dimana tulang-tulang menjadi rapuh dan mudah patah akibat hilangnya sebagian kalsium dalam tulang. Osteoporosis sering disebut silent disease, karena proses hilangnya kalsium dari tulang terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala.

Biasanya pasien baru mengetahui dirinya menderita osteoporosis jika sudah menderita patah tulang. Biasanya patah tulang pada osteoporosis terjadi di paha, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Sebetulnya bagian tulang manapun bisa terpengaruh, namun yang paling membutuhkan perhatian adalah jika kerapuhan terjadi pada tulang paha dan tulang belakang.

Patah tulang paha hampir selalu membutuhkan tindakan operasi, dan dapat mengganggu kemampuan berjalan dan bahkan bisa menyebabkan cacat permanen sampai kematian. Sedangkan patah tulang belakang juga memiliki konsekuensi serius, seperti tubuh memendek, nyeri punggung, dan perubahan bentuk punggung.

Ada beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang beresiko menderita osteoporosis, antara lain :
Usia. Semakin tua, semakin besar resiko seseorang terkena osteoporosis, karena tulang-tulang menjadi lebih lemah dan kepadatannya berkurang sejalan dengan usia.
Jenis Kelamin. Wanita memiliki resiko empat kali lebih tinggi terkena osteoporosis dibanding pria, walau bukan berarti pria terbebas dari resiko penyakit ini. Resiko wanita lebih besar karena wanita memiliki jaringan tulang yang lebih sedikit dan lebih cepat kehilangan kalsium dalam siklus hidupnya, antara lain karena menopause.
Riwayat Keluarga dan Riwayat Diri Sendiri. Kecenderungan seseorang memiliki tulang yang rapuh bisa didapatkan secara keturunan, yang tentunya meningkatkan resiko osteoporosis. Dan seseorang dengan riwayat patah tulang saat dewasa juga meningkatkan resiko patah tulang saat tua.
Ras.Wanita ras Kaukasia dan Asia ternyata memiliki resiko besar mengalami osteoporosis. Namun wanita ras Afrika-Amerika dan Hispanik juga memiliki resiko yang signifikan.
Struktur Tulang dan Bobot Badan. Wanita dengan tulang kecil dan bertubuh kurus memiliki resiko lebih besar. Riwayat Menopause/Menstruasi. Menopause yang normal atau lebih awal (baik secara alamiah atau karena tindakan medis) meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Juga, wanita yang berhenti menstruasi sebelum menopause, misalnya karena kondisi-kondisi seperti anoreksia atau bulimia, atau karena olah fisik yang berlebihan, juga bisa kehilangan jaringan tulang dan beresiko menderita osteoporosis.
Gaya Hidup. Merokok, terlalu banyak minum alkohol, kurang mengkonsumsi kalsium, dan kurang berolahraga juga meningkatkan resiko terkena osteoporosis.
Obat Juga Menambah Resiko. Resiko yang paling signifikan pada penderita osteoporosis ternyata justru akibat pengobatan jangka panjang dari penyakit-penyakit kronis seperti arthritis rheumatoid, gangguan endokrin (seperti hipotiroid), gangguan seizure dan penyakit saluran pencernaan. Salah satu golongan obat yang jelas-jelas memiliki efek pada tulang adalah glukokortikoid. Obat-obatan lain yang juga bisa menyebabkan kerapuhan tulang antara lain : hormon tiroid yang berlebihan, antikonvulsan, antacid yang mengandung aluminium, hormon pelepas gonadotropin (Gonadotropin releasing hormones, GnRH) yang digunakan pada pengobatan endometriosis, methotrexate untuk pengobatan kanker, siklosporin A, heparin, dan cholestyramine, yang digunakan untuk mengatur kadar kolesterol dalam darah.

Namun untuk kebanyakan orang, obat-obatan tersebut bersifat life-saving (menyelamatkan hidup) atau life-enhancing (meningkatkan kualitas hidup) yang mungkin penggunaannya memang diwajibkan. Oleh karena itu jika Anda memiliki resiko osteoporosis dan memerlukan obat-obatan di atas, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter dan Anda tidak boleh menghentikan pengobatan atau mengubah dosisnya tanpa sepengetahuan dokter. Biasanya dengan atau tanpa gejala osteoporosis, dokter akan menambahkan suplemen kalsium saat meresepkan obat-obatan di atas.

Pencegahan

Untuk pertumbuhan dan aktivitas tubuh, kita membutuhkan kalsium. Kalsium adalah mineral yang penting bagi banyak fungsi tubuh, termasuk dalam pengaturan denyut jantung, impuls syaraf, menstimulasi sekresi hormon dan pembekuan darah, juga dibutuhkan untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang.

Kalsium bisa ditemukan di banyak makanan, dan karena tubuh kita tidak bisa memproduksi kalsium sendiri, maka asupan kalsium dari makanan dan sumber lainnya sangat penting. Bahkan setelah pertumbuhan tulang kita terhenti, kita pun tetap butuh asupan kalsium dalam jumlah cukup karena tubuh selalu kehilangan kalsium tiap hari lewat kulit-kulit yang mati, pertumbuhan kuku, rambut yang rontok dan juga keringat. Selain itu kalsium juga terbuang lewat urin dan feses. Kalsium yang hilang tersebut harus diganti setiap hari melalui makanan. Kalau makanan kita tidak mengandung cukup kalsium, maka tubuh akan mengambilnya dari 'cadangan' kalsium, yaitu tulang dan gigi. Dan jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, maka Anda akan mengalami kekeroposan tulang dan gigi.

The National Academy of Sciences dan National Osteoporosis Foundation di Amerika Serikat merekomendasikan baik pria maupun wanita dewasa mengkonsumsi suplemen kalsium setidaknya 1000-1200 mg/hari. Wanita hamil dan menyusui malah membutuhkan lebih banyak kalsium, yaitu setidaknya 1500 mg/hari. Sebetulnya makanan adalah sumber kalsium terbaik, misalnya susu dan produk olahannya, sayur-sayuran berwarna hijau tua (terutama brokoli), ikan sardine, ikan teri, dan kacang-kacangan, namun kebanyakan dari kita tidak menganut pola makan yang benar, sehingga kita membutuhkan tambahan asupan kalsium dari suplemen.

Di alam, kalsium berada dalam bentuk senyawa. Ada beberapa senyawa kalsium yang digunakan dalam suplemen, antara lain kalsium karbonat, kalsium fosfat dan kalsium sitrat. Senyawa-senyawa ini mengandung jumlah ion kalsium yang berbeda, yang merupakan jumlah kalsium yang sebenarnya. Oleh karena itu penting untuk membaca label dan menentukan seberapa besar ion kalsium yang ada di tiap butirnya dan berapa banyak butir yang harus diminum.

Suplemen kalsium dapat dibeli tanpa resep dokter, dan tersedia dalam berbagai bentuk sediaan dan juga tingkat kekuatan. Kadang kala hal ini bisa membingungkan konsumen. Banyak orang yang bertanya, suplemen kalsium apa yang musti dikonsumsi. Suplemen 'terbaik' adalah yang paling cocok dengan kebutuhan penggunanya, baik itu berdasarkan tingkat toleransi, kemudahan dan kenyamanan cara mengkonsumsi, harga dan juga ketersediaan di pasaran.

Kalsium tidak dapat diserap oleh tubuh tanpa bantuan vitamin D. Itulah mengapa kebanyakan suplemen kalsium dikombinasikan dengan vitamin D. Namun apabila suplemen kalsium yang Anda miliki tidak mengandung vitamin D, maka Anda membutuhkan suplemen vitamin D tambahan. Selain itu, tulang juga membutuhkan bantuan vitamin A, C, magnesium, seng serta protein dalam jumlah yang cukup sebagai perekat tulang.

Rekomendasi Asupan Kalsium

Ini adalah data asupan kalsium yang direkomendasikan oleh The National Academy of Sciences untuk segala usia :


Lahir - usia 6 bulan 210 mg/hari
6 bulan - 1 tahun 270 mg/hari
1 - 3 tahun 500 mg/hari
4 - 8 tahun 800 mg/hari
9 - 13 tahun 1300 mg/hari
14 - 18 tahun 1300 mg/hari
19 - 50 tahun 1000 mg/hari
51 tahun ke atas 1200 mg/hari

http://www.NOF.org)


Sumber :
http://www.isfinational.or.id/info/75/606-suplemen-kalsium-cegah-osteoporosis.html

3 komentar:

  1. Hi,
    I am the editor with osteoporosis.net. I really liked your site and i am interested in building a relationship with your site. We want to spread public awareness. I hope you can help me out. Your site is a very useful resource.

    Please email me back with your URl in subject line to take a step ahead and also to avoid spam.

    Thank you,
    Sofia Vergez
    Editor/Writer
    sofia.osteoporosis@gmail.com
    www.osteoporosis.net

    BalasHapus
  2. good explanation..
    i really enjoy read you post

    BalasHapus